5 Objek Wisata Menarik di Palangkaraya, Calon Ibukota Indonesia

Palangkaraya digadang-gadangkan akan menggantikan Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Indonesia. Rencana ini pun sudah ada sejak zaman Pemerintahan Presiden Pertama Indonesia Soekarno dan kembali mencuat di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hal ini sangatlah wajar lho mengingat Palangkaraya termasuk Kota yang terluas di Indonesia selain Sorong dan Kota Dumai. Tak hanya itu, ternyata Palangkaraya pun memiliki wisata alam yang indah. Tak kalah dengan kota-kota lainnya di Indonesia. Tak percaya?

5 Objek Wisata Menarik di Palangkaraya, Calon Ibukota Indonesia
Ilustrasi perahu: pixabay.com

Berikut ini lima objek wisata menarik yang ada di Palangkaraya, di antaranya:

1. Danau Tahai

Sebenarnya, tidak tepat juga kita menyebutnya Danau Tahai karena arti Tahai itu sendiri adalah danau dalam bahasa Dayak. Tanai merupakan danau yang paling populer di Kalimantan. Lokasinya berada di Desa Tahai, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya. Jaraknya sekitar 45 menit dari Kota Palangkaraya. Air Tahai memiliki warna yang merah karena berasal dari tanah dan akar-akar gambut yang berada di sekitar area. Daya tarik lain dari Tahai yakni letaknya yang berdekatan dengan rumah lanting atau rumah-rumah terapung. Sehingga pengunjung bisa menikmati pemandangan atau berfoto dengan latar belakang rumah lanting. Salah satu spot menarik adalah jembatan gantung tapi sayang kondisinya kini kurang terawat. Ingin menikmati Tahai sembari duduk di gazebo, kamu cukup menyediakan kocek Rp5.000,-

2. Dermaga Kereng Bangkirai

Dermaga Kereng Bangkirai menawarkan wisata susur sungai hanya dengan berbekal uang Rp5.000 untuk anak-anak dan dewasa Rp10.000,-. Dermaga Kereng Bangkirai merupakan gerbang awal untuk masuk Taman Nasional Sebangau. Sebagai gerbang awal, Dermaga Kereng Bangkirai memiliki keunikan yakni warna airnya yang hitam tapi setelah diangkat berwarna merah. Dermaga Kereng Bangkirai berada di Kelurahan Sabangau. Waktu tempuh dari Kota Palangkaraya hanya 20 menit dengan berkendara.  Selain digunakan sebagai objek wisata, Dermaga Kereng Bangkirai pun digunakan sebagai tempat latihan atlet dayung.

3. Pantai Ujung Pandaran

Pantai Ujung Pandaran berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Tepatnya berada di Kota Sampit, Desa Ujung Pandaran. Dari Kota Sampit dapat ditempuh dalam waktu tiga jam dengan berkendara. Kamu pun bisa menggunakan kendaraan umum yakni Bus dari kota Palangkaraya dengan tujuan Sampit. Setibanya di Sampit, dilanjutkan ke Teluk Sampit, kembali menggunakan Bus. Pantai yang memiliki pasir putih nan lembut ini sering juga digunakan untuk ritual adat ‘Simah Laut’ oleh para nelayan. Simah Laut merupakan ritual khusus untuk menolak bala  yang dilakukan para nelayan saat akan mencari ikan, setiap tanggal 10 bulan Syawal. Sore hari adalah waktu yang tepat untuk melihat matahari terbenam sembari duduk-duduk di Gazebo.

4. Taman Nasional Bukit Raya

Di Taman Nasional Bukit Raya terdapat 817 jenis tumbuhan yang termasuk ke dalam 139 kelompok. Beberapa di antaranya seperti Ericadeae, Sapotaceae,Myrtaceae,Dipterocarpaceae, dan Lauraceae. Selain itu jugaada beberapa jenis tumbuhan untuk obat-obat, bunga bangkai atau Reflesia Arnoldi, dan angggrek hutan. Sebagai Kawasan konversi, Taman Nasional Bukit Raya memiliki fungsi hidrogis sebagai daerah tangkapan untuk aliran Sungai Katingan di Kalimantan Tengah dan juga Melawi di Kalimantan Barat.  Selain tumbuhan ada beberapa hewan yang tinggal di hutan ini seperti Elang Tiram, Elang Bondol, Ayam Hutan, Orang Utan, Kucing Hutan, Kucing Emas, Babi Hutan, Beruang Madu, Macan Dahan, dan Musang Wisel. Nah, jika kamu hobi mendaki masih berada di satu kawasan dengan Taman Nasional Bukit Raya terdapat juga Gunung Bukit Raya yang memiliki ketinggian 2.278 MDPL. Untuk naik ke Gunung ini kamu harus memiliki Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi (SIMKK).

5. Rumah Adat Betang

Rumah Bentang adalah rumah adat khas etnik Dayak. Rumah Betang memiliki ciri-ciri memanjang mencapai 30 hingga 150 meter, lebar sekitar 10 sampai 30 meter, dan tiang yang tingginya tiga sampai lima meter. Rumah Betang yang dibuat tinggi agar terhindari dari marabahaya seperti mush yang tiba-tiba myerang, hewan buas ataupun banjir.   Tak sembarangan dalam membuat Rumah Betang, suku Dayak harus memenuhi beberapa persayaratan seperti hilirnya menghadap matahari terbenam dan hulunya searah dengan matahari terbit. Penasaran ingin melihat langsung rumah adat khas etnik Dayak? Setibanya di Palangkaraya, silakan datang ke Jalan D.I Panjaitan No. 3.

Selain wisata alamnya yang masih alami dan ditumbuhi oleh pepohonan. Berlibur ke Palangkaraya juga dapat memperkaya pengetahuan dan juga meniru gaya sosial yang dilakukan etnik Dayak dalam berhubungan satu sama lain sehingga tetap rukun hingga sekarang. Sebelum Palangkaraya dijadikan Ibu Kota Negara dan diserbu pelancong dalam dan luar negeri, segera ambil kesempatan untuk mencari tiket pesawat promo murah menuju Palangkaraya.

Atau jika bingung, kamu dapat cari tiket pesawat melalui Reservasi dan masukan kode promo tertentu kemudian dapatkan potongan harga tiket pesawat terbang. Pesan tiketnya pun bisa dilakukan melalui aplikasi atau website.

Jadi, kapan mau berlibur ke Palangkaraya?

One Comment

Berikan Komentar Anda ^^v