Saya Bukan Blogger

Entah kenapa terlintas di benak saat saya saat ini sebuah kalimat yang menyatakan, “Saya Bukan Blogger”. Padahal ini bukanlah sebuah keputusan yang di ambil secara sadar dan dengan pertimbangan yang mendalam.

Seolah kalimat itu muncul secara tiba tiba dari relung hati sadar saya yang paling dalam. Tapi entah kenapa saya menyukai hal itu. Jadi akhirnya sayapun mulai mencari tahu, kenapa bisa muncul kalimat Saya Bukan Blogger tersebut.

1. Saya bukanlah penulis yang baik.

Bahkan blog utama saya Gaptek Update isinya nyaris 99,99% copas (copy paste), cuman artikel selamat hari raya idul fitri lah satu satunya artikel yang saya tulis sendiri, wkwkwkwk.

Katanya syarat untuk jadi blogger adalah bisa menulis, status Blogger Sejati akan disemaikan di pundak kita kalau kita bisa menulis sendiri tanpa copas tulisan orang lain. Haram hukumnya, kata sebagian blogger hebat yang saya kenal.

Dengan kegiatan copas yang saya tekuni hampir setahun ini, maka otomatis saya ditempatkan di kasta terendah dalam dunia blogger, begitu menurut mereka, dan ini bukan menurut saya dan saya tidak akan membela diri untuk perdebatan yang tidak akan ada gunanya ini.

2. Saya bukanlah sosialita yang baik

Yap betul, blogger yang hebat katanya harus rajin blogwalking, saling mengunjungi dan bertukar komentar, bertukar link dan lain lain.

Bagi saya hal hal itu sangatlah menjemukan, saya bukanlah orang yang suka berbasa basi, jadi say hello dan makasih itu sesuatu yang tidak saya sukai. Bagi saya membantu adalah kewajaran, berkunjung adalah hal lumrah dan berterima kasih itu bukanlah untuk pamrih.

Saya tidak suka di puji, dan saya tidak suka memuji.

3. Saya tidak suka ikut etika tidak tertulis tentang Blogger yang Hebat

Katanya seorang Blogger harus membuat artikel yang bermutu, konten is the king dan apalah itu. Dan Blogger yang hebat juga di haruskan membangun popularitas dengan baik dikalangan para blogger.

Saya secara pribadi tidak suka popularitas, di dunia sebelumnya di game online pun, saya tidak suka menjadi populer. Saya miris dengan cara cara tidak masuk akal yang diterapkan untuk mendapatkan popularitas ini.

Trus, kalau saya bukanlah seorang Blogger, yang saya lakukan selama ini apa dong ?

Saya suka belajar dan saya suka membaca. Di internet terdapat begitu banyak pengetahuan yang berserakan. Sudah kewajiban saya sebagai manusia untuk mengumpulkannya dan menyampaikan apa yang saya tau dan apa yang saya pelajari.

Jadi sangat janggal apabila ada ilmu pengetahuan yang disimpan rapat atas nama Hak Cipta yang membatasi orang lain untuk menjadi lebih tau dan menjadi lebih pintar.

Kalau seandainya semua tulisan, semua pengetahuan dan semua ilmu di bungkus dengan kata kata hak cipta, ini hanya berarti satu, si pencipta tersebut menyimpan pamrih.

Mungkin untuk popularitas, mungkin untuk uang iklan, harta benda dan lain lain. You name it your self.

Prinsip saya selama menjadi bukan Blogger adalah:

1. Tidak menyebarkan pornografi, saya akui saya suka pornografi, tapi bukan untuk disebarkan, apalagi ke tempat yang kita tidak tau batasan batasannya. Bisa jadi ada anak di bawah umur yang membaca dan menyerapnya. Inilah yang saya tidak suka dan saya haramkan dalam hidup saya.

Sangat disayangkan, begitu banyak Blog Besar, dengan jumlah penggemar yang puluhan bahkan ratusan ribu orang, dibaca lebih dari ratusan ribu halaman per hari, namun isinya nyerempet nyerempet pornografi.

Saya sadar, ini mereka lakukan untuk mendatangkan trafik pengunjung, tapi bagi saya, tidak ada pembenaran untuk sesuatu yang salah, apalagi yang benar benar salah seperti pornografi ini.

Bagi saya pribadi, lebih baik kehilangan pengunjung daripada menyebarkan sampah seperti itu.

2. Tidak menyebarkan kebencian

Hidup di tengah dunia yang penuh kebencian hanya akan menimbulkan perasaan tidak aman dan tidak nyaman. Sudah cukuplah negeri ini diserang dengan kampanye negatif dari negara lain. Mereka mencoba memecah kita dengan isu suku,ras,etnis dan agama. Padahal motif mereka tidak lain hanya harta dan tahta.

Saya selalu mencermati setiap tulisan yang saya copas, saya harus tau pasti, ini adalah kisah inspirasi atau sekedar upaya adu domba dari pihak asing. Sangat menjemukan kadang kadang masih ada saja yang mau maunya dijadikan domba, domba itu bau loh. Anda harus sadar itu.

3. Tidak menyebarkan kebohongan

Seringkali saya dapatkan sesuatu yang bohong digunakan semata mata demi trafik pengunjung, Padahal jelas jelas berita itu bohong, masih saja disebarkan.

Amati dan cermati sebelum menyebarkan dan cari tau fakta kebenarannya sebelum disebarkan. Seperti juga kebencian, berita bohong tidak lain dan tidak bukan berawal dari kebencian juga.

4. Tidak menyebarkan keresahan

Isu tentang kiamat 2012 adalah salah satu bentuk keresahan yang disebarkan hanya demi popularitas dan trafik semata. Terkadang ada juga orang yang ternyata lebih suka hidup dalam keresahan dan anehnya tidak suka hidup damai dan tentram.

Keresahan hanya akan memupuk rasa was was, sehingga akhirnya tidak ada lagi orang yang bisa optimis akan hidupnya dan masa depannya.

Kenapa Harus Terjebak

Kenapa ? begitu banyak mutiara pengetahuan yang tidak melibatkan 4 hal diatas, kenapa harus anda sebarkan berita bohong, kebencian, keresahan dan pornografi ? Apakah cuma untuk trafik, cuma untuk popularitas, cuma untuk PageRank ?

Kenapa harus terjebak dalam lingkaran popularitas dan uang, bukankah ilmu pengetahuan itu hak setiap orang ?

Silahkan anda yang jawab, karena saya bukanlah blogger. Saya hanyalah manusia yang haus akan ilmu pengetahuan !

15 Comments

Berikan Komentar Anda ^^v